Blog

Yang Khas Yang Halal: Kuliner Solo yang Tidak Boleh Terlewatkan

Kuliner Solo yang Tidak Boleh terlewatkan

Kuliner Solo yang Tidak Boleh terlewatkan? Ah, jangan berlebihan. Taua lebay menurut istilah anak sekarang. Tapi, Jika Anda merindukan makanan khas, makanan asli daerah yang sudah langka, maka judul di atas tidaklah berlebihan!

Solo adalah salah satu kota tua di Jawa. Kuliner Solo juga kuliner tua. Saat Jogja masih merupakan “Alas Menthaok”, hutan besar tempat tinggal binatang buas dan “istana hantu”, Solo sudah merupakan ibukota sebuah kerajaan besar. Meskipun lokasi pas kerajaan itu tidak persis di Solo modern, setidaknya merupakan tetangga dekat dari Pajang. Sampai kini, Solo merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi.

Resminya kota ini bernama Surakarta. Akan tetapi jarang sekali nama ini diucapkan orang. Meskipun orang tahu persis nama resminya, lidah kita sudah lebih familier dengan sebutan Kota Solo.

Orang berkunjung ke Solo dengan aneka ragam tujuan. Banyak yang datang ke Solo untuk tujuan pendidikan, salah satu simbol penting lembaga pendidikan di Solo adalah UNS (Universitas Negri Surakarta Sebelas Maret). Meskipun universitas ini tergoloong baru (Dibanding UGM atau UI) namun memiliki jumlah mahasiswa yang juga sangat besar. Dalam pandangan masyarakat, kredibilitas UNS tidak kalah hebat dibandingkan dengan universitas negri yang lain.

Solo juga merupakan kota tujuan bisnis yang penting. Simbol utamanya tentu saja Pasar Klewer yang merupakan pasar tradisional yang sudah ada sejak jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Berbagai kebutuhan hidup, terutama sandang, dijual massiv di sini. Mungkin bisa disebut sebagai Tanah Abang nya Jawa Tengah. Tentu saja, sesuai dengan gelarnya sebagai Kota Batik, di Pasar Klewer komoditas utamany adalah batik. Pasar ini menjadi tujuan “kulakan” para pedagang di Jateng dan Jatim. Selain Klewer sebagai pusat bisnis, Solo juga merupakan pusat industri di Jawa Tengah, terutama tekstil. Meskipun sebenar pabrik tekstil banyak berdiri di luar Kota Sola seperti Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen, tetap saja dianggap sebagai bagian dari Kota Solo. Dan karena itulah ada sebutan “Solo Raya”

Kunjungan ke Solo juga dilakukan oleh wisatawan, baik lokal maupun internasional. Daya tarik utamamnya, tentu saja, adalah Kraton Solo (Kasunanan dan Mangkunegaran).

Bagamana dengan kuliner? Ini dia yang akan kita “rasani” di sini. Di balik semua kelebihan di atas, Solo juga menympan banyak khasanah yang menarik untuk dicoba. sperti kebiasaan pastihalal.com kita lebih suka membicarakan makanan khas dfaerah itu saja, bukan jaringan restoran nasional atau internasional.

Kita mulai dari mana ya? Mungkin sebaiknya kita sarapan nasi liwet saja dulu. Tahu kan, apa itu nasi liwet Solo?

Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa).

Penduduk kota Solo biasa memakan nasi liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan, sampai makan malam. Nasi liwet biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan (tanpa kursi). Tempat paling terkenal untuk penjualan nasi liwet (warung lesehan) adalah di daerah Keprabon yang hanya berjualan pada malam hari.

Dulu, sentra pedagang nasi liwet banyak dijumpai di Desa Duwet dan Menuran Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Di mana nasi liwet yang istimewa dan halal? Sebenarnya, sembarang saja kalau mau beli dari ibu-ibu yang menjajakan nasi liwet di berbagai tempat kalau beruntung enak juga. Tapi, cobalah mampir ke beberapa penaja nasi liwet yang sudah diakui kelezatannya oleh para maniak liwet sejak lama di bawah ini:

Nasi Liwet Bu Sri (Kaki lima)

Warung kecil di tyrotoar sempit ini suda beroperasi sejak lama. Dia hanya memiliki 2 bangku kecil yang muat tidak lebih dari 6 orang. Ada 2 bangku plastik yang juga bisa dipakai. Konon, ini merupakan nasi liwet kakilima paling enak.

Nasi liwet Bu Sri terletak 40 meter di seberang pintu gerbang Pasar Gede Solo, tepatnya di depan pasar ikan. Datanglah sebelum jam 12 siang dan harap bersabar jika saat datang semua kursinya sedang terisi.

Nasi Liwet Depan Solo Square

Nasi liwet di pojok depan Solo Square. Nasi liwet sederhana ini buka  dari jam 06.00 dan dagangan habis sekitar jam 09.00.

 

Yang Khas Yang Halal: Kuliner Solo yang Tidak Boleh terlewatkan

Sumber: pastihalal.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Pelanggan