Blog

Inilah Cara Merawat Batik Agar Awet

Inilah Cara Merawat Batik Agar Awet

Apakah selama ini batik Anda tidak awet? Baru beberapa bulan warna sudah pudar? Atau bahkan kainnya yang hancur?

Jika demikian, jangan dulu menjadi hakim atas apa yang terjadi. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan batik Anda segera pudar atau rusak. Kita kupas satu-satu yaa…

 

Kain Untuk Bahan Batik

Kain putih yang digunakan untuk bahan batik umumnya menggunakan bahan serat alam. Obat batik, baik yang natural maupun yang kimia tidak bisa melekat dengan baik pada bahan sintetik.

Bahan/kain serat alam yang umum dipakai adalah katun, linen, sutra, dan rayon. Penampilan dzn tekstur bahan ini selanjutnya tidak satu jenis. Industri tekstile mengnyam kain iini dengan memunculkan sejumlah tekstur yang menarik. Karena itulah kemudian kita mengenal istilah dobby, serat nanas, dsb.

Loh, itu kok ada primis, prima, kain biru segala? Ya, itu semua jenis-jenis katun yang dibatik. Nama itu menunjukkan kualitas yang berkait dengan besaran ukuran benang yang dipintal dan level kerekatan anyamannya.

SDutra dibagi dalam 2 jenis, masinal dan ATBM (alat tenus bukan mesin). Yang pertama fabrikan (umumnya buatan Cina) dan yang ke dua handmade (Garut, Jepara, Ujungpandang).

Rayon, atau lebih sering disebut santung paling banyak untuk bahan daster dan pakaian pantai. Ciri khasnya kain jatuh, lemes, dan sangat kusut jika tidak diseterika.

Pewarna Batik

Secara garis besar dibagi dua, pewarna alam dan kimia buatan. Bahan alam dibuat dari akar-akaran, daun, dan pohon tertentu. Pewarna kimia merupakan hasil reaksi beberapa unsur kimia warna.

Menggunakan warna alami bagus dan ramah lingkungan. Tapi jarang yang melakukan ini karena rumit dan mahal.

Pewarna kimia kita masih impor. Ada juga yang buatan lokal tapi kualitas sering mengecewakan.

Untuk menguatkan warna melekat pada kain, digunakan ¬†bahan kimia tertentu. Di Pekalongan ada inovasi cara “mengunci” warna agar tidak luntur. Dengan penguapan panas, zat warna tertentu sudah bisa dikunci tanpa zat kimia tambahan.

Tentang pewarnaan ini akan saya tulis tersendiri secara ditail.

Proses Membatik

Standar “pakem” pembatikan ada 2 jenis, yaitu, Batik Tulis dan Batik Cap. Untuk keduanya ada teknik tambahan sebagai pelengkap, yaitu, Teknik Colet. Teknik Colet ini adalah cara untuk menambah warna secara sederhana tanpa mencelup seluruh kain.

Dalam perkembangannya muncul beberapa teknik baru yang tidak bisa dipungkiri sebagai bagian dari budaya pembatikan. Di antaranya, teknik painting, dandprint, printing malam, dan airbrush. Masih banyak lagi teknik kreasi baru yang muncul (Sebaiknya saya tulis tersendiri)

Luntur dan Tidak Luntur

Ada yang bilang bahwa batik itu pasti luntur. Betul? Ya dan tidak! Buktinya, kita masih sering melihat batik milik nenek kita yang mungkin juga dia warisi dari neneknya masih memiliki warna bagus. Nggak luntur kan?

Tapi mengapa kita sering mendengar keluhan tentang kelunturan batik?

Pertama, bisa jadi kualitas batik yang kita beli memang buruk. Apa boleh buat, banyak orang maunya beli batik semurah mungkin. Pengrajin menangkap ini dengan mengurangi resep pewarnaan agar bisa menjual batik murah (sekarang masih ada baju batik seharga Rp. 20.000)

Kedua, mungkin Anda tertipu. Mengeluarkan uang besar untuk membeli batik sampah. Saran saya, beli batik di tempat terpercaya saja.

Ketiga, mungkin batik yang Anda beli sudah berkualitas standar, tapi, Anda salah dalam merawat. Yang terakhir ini yang saya akan berikan tips.

Cara Merawat Batik Yang Benar

  1. Sebisa mungkin mencuci dengan Lerak, bahan pencuci khusus batik yang dibuat dari bahan alami. Bahan yang gampang diperoleh di toko-toko batik ini terbukti mampu membersihkan batik tanpa melunturkannya.
  2. Silakan dicuci dengan detergent jika tidak ada lerak. Tapi tolong jangan direndam. Langsung cuci saja dan “dikuek” seperlunya. Jangan pakai kekerasan, Anda nanti bisa dilaporkan ke polisi!
  3. Jemur di tempat yang tidak langsung kena terik matahari dalam posisi dibalik (bagian luar baju di dalam). Angin-anginkan saja. Dijemur di bawah terik matahari seharian menyebabkan warna batik pudar dengan cepat.
  4. Diseterika dengan panas sedang saja. Sebisa mungkin dalam posisi masih dibalik. Atau boleh diseterika bagian luar. Kalau ini plihannya, saya sarankan untuk dilandasi kertas tipis, misalnya koran bekas.

Inilah cara merawat batik agar awet, Sederhana kan? Kalau ini Anda lakukan insya Allah batik Anda awet dan tidak mudah pudar. Selamat mencoba.

Batik Narendra, November 2017

(Inilah Cara Merawat Batik Agar Awet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Pelanggan